UG
  Search
Saturday, June 03, 2017 ..:: UG ::.. Register  Login
 Assessing Undergraduate Business Program Minimize
 
  2008-09 Academic Year  Assessment Issu...  Peer Review Tea...  Cara Pengobatan Tetanus
Previous Previous
 
Next Next
New Post 5/13/2017 7:37 PM
  Parents Care
7 posts
No Ranking


Cara Pengobatan Tetanus 
Tetanus yang terjadi pada bayi baru lahir menyumbang lebih dari 50% kematian yang disebabkan oleh tetanus di seluruh dunia, namun kasus ini sangat jarang di negara-negara maju. Gejalanya diawali dengan sulit makan, muntah, dan kejang. Infeksi otak, infeksi sistemik menjadi perbandingan diagnosa dari kasus ini. Kejang biasanya terjadi di seluruh tubuh dan angka kematiannya tinggi. Kurang dijaganya kebersihan di tali pusat biasanya menjadi penyebab terjadinya tetanus bayi baru lahir. Akan tetapi, hal ini dapat dicegah dengan vaksinasi yang diberikan untuk ibu hamil. Baca Juga Cara Pengobatan Tetanus

Ketika jumlah racun lebih kecil dan cedera terjadi pada daerah tubuh tertentu di bagian luar atau pinggir, tetanus lokal dapat dijumpai. Kejang dan kekakuan hanya terbatas pada area tertentu saja. Angka kematian lebih rendah, kecuali pada kasus tetanus sefalik di mana cedera pada kepala mempengaruhi saraf-saraf otak yang dengan cepat dapat berkembang menjadi tetanus umum yang tentunya memiliki angka kematian yang tinggi.

Masa inkubasi (waktu dari terjadinya cedera sampai muncul gejala pertama) rata – rata 7 hingga 10 hari, namun dapat juga berkisar antara 1 hingga 60 hari. Onset (waktu dari gejala pertama sampai kejang pertama) penyakit ini bervariasi antara 1 – 7 hari. Semakin pendek masa inkubasi dan onset, biasanya lebih berat pula keadaan penyakit yang diderita.
Gangguan otonom biasanya terjadi beberapa hari setelah kejang dan bertahan 1-2 minggu. Kejang mulai berkurang setelah 2-3 minggu, tetapi kekakuan dapat bertahan lebih lama.
Pemulihan terjadi karena tumbuhnya ujung - ujung saraf baru dan penghancuran dari racun. Akan tetapi, pasien yang telah pulih dapat tetap memiliki masalah fisik dan psikologis yang menetap. Selengkapnya baca di Serisehat 

Terdapat beberapa sistem yang digunakan untuk menilai tingkat keparahan dari penyakit ini. Sistem yang paling sering digunakan adalah yang dilaporkan oleh Ablett seperti berikut ini:

Tingkat
Gejala
I
Ringan : trismus* ringan – sedang ; gangguan pernapasan (-) ; kejang (-) ; sulit menelan yang ringan atau tidak ada.
II
Sedang : trismus sedang ; kekakuan yang cukup bermakna ; kejang ringan – sedang namun pendek ; gangguan pernapasan sedang dengan peningkatan laju napas lebih dari 30 kali per menit ; sulit menelan ringan.
III
Berat : trismus berat ; kejang seluruh tubuh ; peningkatan laju napas lebih dari 40 kali per menit ; terdapat kejadian henti napas ; sulit menelan yang berat ; denyut nadi lebih dari 120 kali per menit.
IV
Sangat Berat : tingkat III dan adanya gangguan sistem otonom yang berat yang mempengaruhi sistem kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah). Hipertensi berat dan denyut nadi yang cepat bergantian dengan tekanan darah rendah dan denyut nadi lambat yang menetap.

* Merupakan suatu kondisi dimana adanya kejang pada otot rahang, sehingga mulut menjadi tetap terkatup / sulit membuka.

 
Previous Previous
 
Next Next
  2008-09 Academic Year  Assessment Issu...  Peer Review Tea...  Cara Pengobatan Tetanus

 Print   
Copyright 2008 by CBAPP   Terms Of Use  Privacy Statement